Memahami Tanaman Hidroponik

Beberapa dari kita masih awam dengan tanaman hidroponik ini. Entah malas ingin mengetahuinya, atau memang sulit memahaminya? Varian-varian alasan itu mengakibatkan kita konyol akan informasi dengan tanaman hidroponik ini. Lebih dari itu, tulisan mengenai tanaman hidroponik juga begitu sulit dan kurang kita dapatkan.

Bagi para petani atau pekebun di pedesaan misalnya, kebanyakan dari mereka belum mengetahui dan memahami apa itu hidroponik. Meskipun, sebagian kegiatan yang mereka lakukan, adalah cara-cara kerja hidroponik. Namun sebenarnya, para petani itu sama sekali tak mempedulikan istilah-istilah dari jenis dan pengertian berbagai varian tanaman itu. Mereka hanya menanam dan mendapatkan penghasilan, lalu seterusnya mendapatkan uang.

Untuk itu, kami akan menyajikan kepada Anda, bagaimana memahami tanaman hidroponik. Sehingga, bukan saja untuk sekadar mengetahuinya, tetapi memahami lebih jauh. Lebih dari itu, juga akan mengurai bagaimana sebenarnya kelebihan dan kekurangan dari tanaman hidroponik ini. 

1.    Pengertian dasar tanaman Hidroponik
Nah, hal pertama yang harus diketahui adalah, apa sih tanaman hidroponik itu? kok baru kedengaran sih? Nah, hidroponik itu semacam budidaya menanam. Budidaya menanam yang dikenal dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Aneh ya? Kok tanaman nggak menggunakan tanah?

Akan tetapi, budidaya tanaman ini menekankan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada tanaman. Katanya, kebutuhan air pada hidroponik ini, lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. 

Hidroponik juga dikenal dengan menggunakan air lebih efisien. Artinya bahwa, sangat cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

2.    Tanaman Hidroponik juga dikenal budidaya dengan air statis.
Loh, seperti apa lagi air statis itu? Sedikit penggambaran, bahwa statis artinya nggak mengalir. Airnya air itu diam begitu saja.

Teknik ini memang harus diletakkan pada wadah berisi larutan nutrien. Agar akarnya secara terus-menerus tercelup air.  Akan tetapi, di Indonesia sendiri dikenal dengan istilah teknik apung. Teknik ini dikenal yang paling ampuh dan sangat sederhana. 

3.    Bagaimana kita menggunakan wadah? Apakah wadahnya seperti drum?
Ini sangat bervariatif. Tergantung dari Anda, wadah seperti apa yang diinginkan. Tetapi, wadah larutannya pun juga akan berbeda, ketika Anda menggunakan ukuran tanaman dari berbagai skala. Biasanya, di Indonesia nih, ya, wadah yang dipakai hanya dalam skala rumah tangga saja. Biasanya memakai gelas, toples, ember, atau wadah lainnya yang kecil. 

Nah, biasanya, agar lumut tak tercipta di dalam wadah tersebut—memakai wadah bening untuk menolak cahaya. Misalnya? Ya, Plastik. 

4.    Lalu, media tanam seperti apa saja yang harus kita sediakan?
Nah, ini sebenarnya yang agar rumit, meskipun sebagian orang menyatakan bahwa tanaman hidroponik ini memiliki banyak keuntungan. Tetapi, jika melihat dan menelisik lebih jauh tentang media tanam, harusnya yang nggak menyediakan unsur hara. Sebenarnya, fungsi dari media tanam ini hanya untuk penyangga tanaman aja, sih. 

Beberapa di antaranya adalah arang sekam, pasir, kerikil, serbuk gergaji, spons, dan rockwool masih ada beberapa lagi. yang intinya adalah, untuk penyangga tanaman hidroponik tersebut. 

5.    Setelah mengetahui beberapa hal itu, apa saja sih keuntungan dari tanaman hidroponik?
Meski sebenarnya  sedikit rumit, tetapi tanaman hidroponik ini terdapat beberapa keuntungan loh, ketika kita melakukannya. Keuntungan-keuntungan inilah yang menjadi pertimbangan, apakah Anda perlu melakukannya atau tidak. 

Beberapa di antaranya adalah, tanaman hidroponik ini tidak membutuhkan tanah. Selain itu, juga relatif nggak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan, loh. Keuntungan lain? Adalah memberikan hasil yang lebih banyak; mudah dalam memanen;   steril dan bersih; bebas dari tumbuhan pengganggu; media tanam dapat dilakukan selama bertahun-tahun; bebas dari tumbuhan pengganggu; serta tanaman tumbuh lebih cepat. 

Jadi, sebelum Anda membikin tanaman hidroponik ini, setidaknya Anda sudah tahu, apa saja keuntungannya.

6.    Tapi tunggu dulu, ini juga beberapa kekurangan dari tanaman hidroponik, loh!
Setelah Anda mengetahui dan memahami beberapa keuntungan dari tanaman hidroponik ini, Anda juga mestinya harus memahami kekurangannya. Agar menjadi penyeimbang dalam mengambil keputusan. Hehehe ....

Beberapa kekurangan pada umumnya adalah terkait dengan modal. Ya. Modal Anda harus banyak, karena banyak media-media yang harus mendukungnya. Belum lagi dengan pupuk, nutrisi, dan lain-lain. Selain itu, karena medianya lebih kecil daripada tanah, sehingga berpotensi mengakibatkan tanaman layu, karena stres.

7.    Contoh untuk Anda, bagaimana sih menanam cabai melalui tanaman hidroponik ini? 
 Untuk menanam cabai misalnya, Anda harus melakukan beberapa tahap yang serius. Seperti pada tanah, Anda juga harus melakukan pembibitan, ya! Nah, biji-biji cabai yang dijadikan bibir tersebut, terlebih dahulu direndam, di dalam air tentunya. Setelah itu, silakan taburkan biji yang direndam tadi ke dalam wadah yang sudah Anda sediakan sebelumnya, lalu ditutup dengan plastik tipis. 

Ketika proses pembibiran selesai, maka Anda harus memindahkannya ke media yang permanen atau disebut polybag. Polybag ini harusnya dibuatkan lubang pembuangan, ya. Juga diisi dengan sekam bakar tadi. Jangan lupa setelahnya, Anda harus menyiramnya, agar pertumbuhan semakin bagus.

8.    Jenis-jenis tanaman apa saja pada tanaman hidroponik ini? 
 Pada umumnya, segala jenis tanaman sebenarnya bisa dijadikan tanaman hidroponik. Tetapi, bagi jenis tanaman lain, membutuhkan wadah dan biaya yang terlalu besar. Sehingga, akhir-akhir ini, begitu banyak orang menanam secara hidroponik dengan tanaman buah. Melon misalnya. 

Selain itu, cabai, tomat, dan timun juga semakin orang gemari, karena membutuhkan wadah  dan biaya yang relatif kecil dibandingkan dengan jenis tanaman lain.

9.    Siapa saja yang bisa melakukan kegiatan tanaman hidroponik ini? 
 Sebenarnya tak ada aturan khusus yang mengatur siapa saja yang boleh dan tidak untuk menanam secara hidroponik ini. intinya siapa saja diperbolehkan. Karena menjadi salah satu solusi bertanam dengan mudah, maka ibu rumah tangga pun bisa melakukannya.  Selain bisa dilakukan di sekitar rumah Anda, juga nggak mengotori tangan. Betul, nggak? 

10.    Manfaat dari tanaman hidroponik!
Setelah kita memahami atau paling tidak mengetahui beberapa hal tanaman hidroponik di atas, maka kami akan membeberkan kepada Anda manfaatnya. Seperti halnya beberapa keuntungan di atas, tanaman hidroponik ini juga dilakukan dengan skala kecil, untuk menyalurkan hobi menanam di rumah Anda.

Selain itu, juga bisa dilakukan dengan skala besar. artinya, hasilnya bisa dijual ke mana saja. Tanaman hidroponik ini juga, pastinya tidak merusak tanah di sekitar rumah Anda.

Manfaat lain adalah, tidak perlu menggunakan tenaga kerja, meski di Indonesia terdapat banyak pengangguran. Hehehe ....

Demikianlah beberapa hal yang kami sajikan untuk memahami atau hanya sekadar mengetahui tanaman hidroponik ini. Segala keputusan ada di tangan Anda, apakah ingin mencoba tanaman hidroponik di rumah Anda, atau tidak. Yang jelas, segala kelebihan dan kekurangannya pasti ada, jika dibandingkan dengan tanaman yang menggunakan tanah. 

Akan tetapi, kami menyarankan kepada Anda, agar mencobanya di rumah. Apalagi bagi Anda yang mempunyai hobi menanam. Selain menyalurkan hobi, tentu saja menciptakan keuntungan. So, daripada pekarangan Anda gersang, kan? 

Apa salahnya jika ditanami tanaman yang bermanfaat? 

SAHATA HIDROPONIK, menjawab segala kebutuhan peralatan dan perlengkapan untuk hidroponik.
Share on Google Plus

About HKS

SAHATA HIDROPONIK ^ Administrator
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.